Wolfsburg -Volkswagen dipastikan urung memproduksi konsep Sport Utility Vehicle (SUV) berukuran lebih kecil dari VW Tiguan, yang dinamai VW Taigun, dengan alasan berukuran terlalu kecil. Namun, pabrikan ini tetap akan menggelontorkan SUV kecil baru yang konsepnya akan dipmaerkan di Geneva Motor Show 2016, Maret mendatang.
Seperti dilaporkan Autoevolution, Jumat (12/2/2016), konsep Taigun pertama kali di pamerkan di Brasilia pada 2012 lalu. Mobil ini panjangnya 3.859 milimeter. Sementara, pasar di Amerika Selatan disebut menginginkan mobil yang berukuran lebih besar dengan sistem penggerak empat roda.
Konsep itu ditawarkan ke publik saat pucuk pimpinan VW AG dijabat Martin Winterkorn. Namun setelah cucu pendiri VW itu lengser menyusul terkuaknya skandal uji emisi mesin diesel, nasib konsep itu juga terkatung-katung hingga muncul kabar proses produksinya tak bisa berlanjut.
Meski alasannya adalah dimensi yang kurang besar. Sementara mobil SUV penggantinya yang bakal dipajang di pameran mobil Jenewa, Maret mendatang adalah SUV VW Polo. Model ini dikembangkan secara parallel dengan Audi A2, dan dua mobil lainnya di bawah bendera VW Group yakni Skoda dan SEAT.
Hanya, platformnya bukan menggunakan platform VW Polo, namun berdasar platform MQB yang digunakan VW Golf. Soalnya, dengan platform itu VW hanya perlu memangkas 15 centimeter tubuh Golf untuk membangun mobile subkompak berpenggerrak empat roda.
Namun, kabarnya, mobil itu akan ditawarkan dalam versi berpenggerak dua dan empat roda. Keduanya mengusung mesin yang telah diimbuhi turbocharger.
Lantas, akankah mobil berbanderol lebih baik ketimbang Taigun? Yang pasti, sejumlah sumber ,menyebutnya tidak akan lebih murah.
Sejauh ini, VW hanya memiliki dua model SUV yang ditawarkan, Tiguan dan Touareg. Namun, yang terakhir akan memiliki beberapa turunan, termasuk varian berkapasitas tujuh penumpang dan versi coupe.
Kendati demikian, portofolio SUV itu akan bisa lebih banyak lagi, menyusul terkuaknya skandal uji emisi mesin diesel oleh VW. Pasalnya, peranti lunak yang disebut sebagai biang kerok untuk mengakali tingkat emisi gas buang itu ada di mesin diesel TDI yang juga menjadi persoalanbagi VW.
Akibatnya, selain menghadapi sanksi denda dalam jumlah besar, VW juga harus melakukan penarikan mobil dalam jumlah yang besar dengan biaya yang termhal dalam sejarah pabrikan asal Wolfsburg Jerman itu. Pengeluaran pun akhirnya direm termasuk pengembangan mobil model baru.
Pengganti Phaeton adalah korban pertama. Setelah Taigun, Volkswagen juga mengerem laju pengembangancity car VW Up!. (arf/rgr)
