Inikah Tiga Kandidat Kuat Diler Baru Harley di Indonesia?

Inikah Tiga Kandidat Kuat Diler Baru Harley di Indonesia

Jakarta – Setelah PT Mabua Motor Indonesia menyatakan resmi melepas keagenannya atas Harley Davidson di Indonesia, Rabu (10/2/2016) kemarin, sejumlah informasi tentang kandidat calon penggantinya pun berseliweran. Salah satu informasi yang berasal dari kalangan pemilik motor Harley dan dari beberapa perusahaan yang disebut menyatakan ada tiga perusahaan. Siapa saja?

“Saat ini ada beberapa calon yang disebut, diantaranya Astra (Astra International), Garansindo Group, dan PT Tiga Anak Elang,” tutur salah seorang pentolan komunitas pemilik Harley Davidson saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/2/2016) malam.

Menurutnya, ketiga perusahaan telah mengajukan permohonan ke HarleyDavidson Asia-Pasifik yang berkantor di Singapura. Bahkan, perwakilan Harley itu sudah memberi lampu hijau, dan tinggal proses finalisasi.

Komisaris Mabua Soetikno Soedarjo tak menampik ada informasi seperti itu. “Saya memang mendengar seperti, ada beberapa perusahaan yang disebut. Tapi sejauh mana prosesnya dan bagaimana kans-nya saya tidak tahu persis,” ucapnya.

Sementara sumber di kalangan Harley-Davidson Owner Group (HOG) menyebut, PT Tiga Anak Elang dan Garansindo telah mengantongi surat dari Harley Davidson Asia Pasifik yang menyebut sebagai premium candidate selected. Bahkan, sumber itu menunjukkan surat yang dikirim via email ke perusahaan tersebut.

“Nantinya memang ada beberapa diler Harley, jadi bukan hanya satu. Tetapi induknya Harley Asia Pasifik di Singapura. Nantinya, standar marketing, bangunan diler, dan lainnya akan ditetapkan oleh perwakilan Harley untuk Asia-Pasifik itu,” ujar sumber ini.

Sementara, bos PT Tiga Anak Elang, Sahat Manalu enggan mengomentari informasi tersebut. “Kita lihat sajalah. Maaf, saya tidak ingin berkomentar tentang itu (surat elektronik dari Harley Davidson untuk Asia-Pasifik),” ujarnya saat dikonfirmasi.

Namun, pria yang menjabat Direktur Harley-Davidson Owner Group (HOG) 2013-2015 itu mengatakan, keberadaan diler dengan komunitas pemilik motor haruslah saling mengerti. Diler yang merupakan entitas bisnis, diakui atau tidak, juga membutuhkan anggota komunitas yang nota bene adalah konsumen.

Sebaliknya, lanjut dia, komunitas juga membutuhkan kehadiran diler sebagai penyedia layanan penjualan, servis, serta penyedia suku cadang. “Jadi ibaratnya, antara mereka itu seperti suami dengan istri. Saling membutuhkan. Sehingga saling mengerti adalah kata kuncinya,” tuturnya.

Dia tak menampik selepas PT MHD tak lagi memegang keagenan Haley di Indonesia, nantinya akan ada beberapa diler. Saat ini calon-calon diler itu tengah menjalani seleksi. “Yang saya dengar seperti itu. Tapi sejauhmana prosesnya, maaf saya tidak ingin berkomentar,” ucapnya.

Adapun Presiden Garansindo Inter Global, Muhammad Al Abdullah, hingga kini masih belum bisa dihubungi. Namun dia sebelumnya pernah menyebutkan dia belum bisa komentar soal diler Harley.

“Saat ini kami fokus dengan bisnis yang kami jalankan, namun tidak menutup kemungkinan ke depan untuk hal yang berpotensi positif, selama inline dengan visi dan misi Garansindo,” ujarnya.

Begitu pun dengan pejabat di Astra International, belum ada yang bisa dihubungi saat berita ini diturunkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *