Tokyo -Mitsubishi Motors dan Suzuki Motor Corpotation telah mengakui bahwa mereka menggunakan data efisiensi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai. Pemerintah Jepang mengatakan, hanya dua pabrikan itu yang gagal lolos tes efisiensi BBM.
Diberitakan Reuters, Kamis (19/5/2016), Menteri Transportasi Jepang mengatakan, Mitsubishi dan Suzuki menggunakan pengujian efisiensi BBM yang tidak sesuai dengan peraturan di Negeri Sakura itu.
Di luar pabrikan itu, pemerintah Jepang tidak menemukan kejanggalan. Dikatakan, Toyota, Nissan, Honda, Mazda, Daihatsu dan Subaru tidak mengalami masalah itu.
Rabu (18/5/2016) kemarin, Suzuki mengakui menggunakan tes yang tidak sesuai peraturan Jepang. Namun, pabrikan itu hanya perlu melakukan pengujian yang tepat dan tak perlu mengubah datanya.
Kementerian Transportasi Jepang juga telah meminta kepada Suzuki untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai kelanjutan skandal ini.
Seperti diberitakan detikOto sebelumnya, sebanyak 16 model Suzuki terlibat dalam kasus ini. Totalnya, 2,1 juta kendaraan Suzuki terlibat.
Pada akhir April lalu, Mitsubishi mengakui telah melanggar aturan dalam pengujian efisiensi bahan bakar. Setidaknya 4 model mobil kecil yang diproduksi Mitsubishi, termasuk 2 model diproduksi untuk Nissan terlibat dalam kasus itu.
(rgr/ddn)
