Meski Pasar Roda Dua Turun, Komitmen Honda Didik Calon Pebalap Tak Surut

Meski Pasar Roda Dua Turun, Komitmen Honda Didik Calon Pebalap Tak Surut

Bogor -Penjualan sepeda motor di Indonesia dalam tiga tahun terakhir menghadapi tren penurunan. Meski tren seperti itu bisa terjadi di semua merek termasuk Honda, namun PT Astra Honda Motor (AHM) menegaskan situasi bisnis tersebut tidak akan menyurutkan komitmennya membina calon pebalap dan pebalap Honda.

“Ini dua bidang yang berjalan beriringan, antara bisnis dengan pembinaan pebalap. Semangat kami untuk membina pebalap-pebalap muda, tidak surut dan sebaliknya semakin bertambah,” papar Wakil Presiden PT AHM, Johannes Loman, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/2/2016).

Menurutnya, sejak 2010, melalui Honda Racing School (HRS) Honda Indonesia telah melakukan seleksi perekrutan 20 siswa balap berbakat di bawah usia 16 tahun. Dari jumlah itu, empat pebalap akan bertanding di level internasional.

Meraka adalah Irfan Ardiansyah, Alif Akbar Utama, Dwiki Herdiana Suparta, dan Yassin Soma.  Keempatnya akan mendampingi empat pebalap binaan AHM lainnya yang sebelumnya sudah bernaung di bawah bendera Astra Honda Racing Team (AHRT) yakni Andi Izdihar, Gerry Salim, Dimas Ekky, dan M Febriansyah. Mereka semua akan berlaga di tujuh kejuaraan balap internasional di musim 2016.

“Keikutsertaan mereka di balap level dunia itu merupakan bukti komitmen kami yang terus menggelora,” kata Loman.

Terlebih, dia melanjutkan, perekonomian Indonesia juga akan membaik dalam tahun-tahun mendatang. Jika saat ini dan tahun sebelumnya menurun, hal itu merupakan fenomena yang biasa terjadi.

“Bahkan kami optimistis masih bisa mencapai market share 68 persen lebih di pasar nasional,” kata Loman.

Pernyataan serupa diungkapkan Direktur Pemasaran PT AHM, Margono Tanuwijaya. Menurutnya, dinamika pasar merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, yang menjadi persoalan krusial adalah jika fundamental perekonomian melemah. “Tapi kan yang ada sekarang, fundamental ekonomi kita bagus,” kata dia.

Margono juga optomistis tahun ini Honda masih mampu meraih porsi tertinggi dalam penjualan produknya di Indonesia. Dia mencontohkan penjualan Januari lalu yang di bawah 500.000 unit atau lebih rendah dibanding Januari tahun lalu.

Namun, dengan total penjualan semua merek yang sebanyak itu, merek Honda masih menggenggam 68 persen lebih pangsa pasar. Seperti halnya Loman, Margono menegaskan, pasang surut penjualan yang dibukukan pihaknya tak berpengaruh kepada komitmen pembinaan pebalap muda.

“Komitmen kami tetap besar, apa pun situasi pasar atau penjualan. Karena komitmen ini merupakan bagian sumbangsih kami kepada bangsa dan negara,” paparnya.